Mengapa Kemerdekaan Belum Dinikmati Bangsa Indonesia Meski sudah Proklamasi?

 on Sunday, July 31, 2016  

Solusi Tugas Sekolah - Mengapa Kemerdekaan Belum Dinikmati Bangsa Indonesia Meski sudah Proklamasi? - Latar belakang Konflik antara Indonesia dengan Belanda setelah proklamasi kemerdekaan - Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia telah ditandatangani atas nama bangsa Indonesia oleh Soekarno-Hatta 17 Agustus 1945. Ternyata kemerdekaan itu belum dapat dinikmati bangsa Indonesia. Hal ini karena Belanda ternyata kembali ke Indonesia untuk menjajah.

Atas nama bangsa Indonesia Proklamasi Kemerdekaan telah dikumandangkan oleh Bung Karno didampingi oleh Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Satu langkah maju sudah ada pada genggaman bangsa Indonesia melalui Proklamasi kemerdekaan tersebut. Sebagai negara yang baru memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia mendapat simpati dari bangsa-bangsa di dunia. Hal ini tampak dari adanya pengakuan negara lain terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945. Sebagai sebuah negara merdeka, maka pada tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkan Undang-Undang Dasar (UUD 1945) dan pemilihan Presiden yaitu Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Wakil Presiden.

Semula rakyat Indonesia menyambut dengan senang hati kedatangan Sekutu, karena mereka mengumandangkan perdamaian. Akan tetapi, setelah diketahui bahwa Netherlands Indies Civil Administration (NICA) di bawah pimpinan Van der Plass dan Van Mook ikut di dalamnya,sikap rakyat Indonesia menjadi curiga dan bermusuhan.

Mengapa Kemerdekaan Belum Dinikmati Bangsa Indonesia Meski sudah Proklamasi?

NICA adalah organisasi yang didirkan orang-orang Belanda yang melarikan diri ke Australia setelah Belanda menyerah pada Jepang.

Organisasi ini semula didirikan dan berpusat di Australia. Keadaan bertambah buruk karena NICA mempersenjatai kembali KNIL setelah dilepas Oleh Sekutu dari tawanan Jepang. Adanya keinginan Belanda berkuasa di Indonesia menimbulkan pertentangan, bahkan diman-mana terjadi pertempuran melawan NICA dan Sekutu.

Tugas yang diemban oleh Sekutu yang dalam hal ini dilakukan oleh Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) ternyata memiliki agenda yang terselubung. Kedatangan pasukan Sekutu justru diboncengi oleh NICA yang tidak lain adalah orang-orang Belanda yang ketika Jepang datang melarikan diri ke Australia dan membentuk kekuatan di sana.

Mereka memiliki keinginan untuk menghidupkan kembali Hindia Belanda. Dengan demikian sikap Indonesia yang semula menerima kedatangan Sekutu menjadi penuh kecurigaan dan kemudian berkembang menjadi permusuhan 2. Perjuangan Menghadapi Sekutu dan NICA Peristiwa menyerahnya Jepang kepada Sekutu 14 Agustus 1945 menunjukkan de jure wilayah jajahan Jepang dikuasai Sekutu sebagai pihak yang menang dalam Perang Dunia II.

Komando Pertahanan Sekutu di Asia Tenggara yaitu South East Asia Command (SEAC) berpusat di Singapura, kemudian membentuk divisi yang diberi nama AFNEI. Tugas yang diemban adalah mengambil alih Indonesia dari tangan Jepang. Pasukan ini di bawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christison. Tugas yang dibebankan kepada mereka adalah sebagai berikut:
  • menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang,
  • membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu,
  • melucuti orang-orang Jepang dan kemudian dipulangkan,
  • menciptakan keamanan dan perdamaian,
  • menghimpun keterangan guna menyelidiki pihak-pihak yang dianggap sebagai penjahat perang.

Pasukan AFNEI melakukan pendaratan di Jakrta pada tanggal 29 September 1945. Tentara ini terdiri dari 3 divisi, yaitu:
  • Divisi India ke-23 yang ditempatkan di wilayah Jawa Barat dipimpin Mayor Jenderal D.C. Hawtowrn
  • Divisi India ke-5 untuk daerah Jawa Timur dipimpin Mayor Jenderal E.C. Mansergh
  • Divisi India ke-26 untuk wilayah Sumatera dipimpin Mayor Jenderal HM. Chambers
Mengapa Kemerdekaan Belum Dinikmati Bangsa Indonesia Meski sudah Proklamasi? 4.5 5 Unknown Sunday, July 31, 2016 Solusi Tugas Sekolah - Mengapa Kemerdekaan Belum Dinikmati Bangsa Indonesia Meski sudah Proklamasi? - Latar belakang Konflik antara Indones...


No comments:

Post a Comment